Menyiapkan foto untuk tampilan 3D produk yang tepat

Menyiapkan foto untuk tampilan 3D produk? Pelajari pilihan metode, daftar foto, dan pemeriksaan hasil agar materi yang dikirim sesuai kebutuhan pembeli.

Menyiapkan foto untuk tampilan 3D produk yang tepat

Foto untuk tampilan 3D produk bisa gagal karena hal-hal yang tidak bisa diatasi dengan menambah jumlah foto: posisi cahaya berubah antarjepretan, meja putar bergeser saat objek diputar, atau permukaan terlalu mengilap sehingga perangkat lunak tidak menemukan titik acuan. Pemasok sudah memotret delapan puluh kali, tetapi model yang dihasilkan memiliki gagang seperti meleleh. Akhirnya, perangkat lunaknya yang disalahkan.

Perbaikannya dimulai sebelum kamera digunakan. Ada tiga pendekatan untuk menyajikan tampilan produk, masing-masing dengan kebutuhan foto, waktu pengerjaan, dan informasi yang bisa dijanjikan kepada pembeli. Tentukan pendekatannya dulu, baru susun daftar pengambilan gambar. Foto untuk tampilan 3D produk yang tepat adalah foto yang sesuai dengan pendekatan tersebut, bukan kumpulan foto sebanyak mungkin.

Artikel ini ditujukan bagi tim penjualan ekspor dan pemasok yang ingin membantu pembeli memahami bentuk produk tanpa harus terbang ke pabrik. Pembahasannya bukan tentang fotogrametri sebagai metode penelitian, dan bukan untuk menjual pemindai 3D.

Tiga pendekatan, tiga kebutuhan foto

Tampilan 3D produk memungkinkan pembeli memutar produk di layar, alih-alih berpindah dari satu foto statis ke foto lainnya. Namun, kebutuhan yang sering dikelompokkan di bawah istilah ini sebenarnya terbagi menjadi tiga pekerjaan berbeda. Mencampuradukkannya adalah salah satu penyebab pemasok membuang waktu seminggu tanpa hasil yang sesuai.

Pendekatan A: satu foto yang jelas, model hasil generasi untuk presentasi

Tampilan 3D hasil generasi berupa model yang dapat diputar, dibuat dengan memperkirakan bentuk produk dari satu foto. Fungsinya sebagai materi presentasi: memperlihatkan bentuk dan proporsi yang dilihat pembeli dari depan, serta bisa dibuka di peramban tanpa aplikasi atau plugin.

Satu foto sudah cukup karena model dibuat berdasarkan perkiraan, bukan rekonstruksi. Di situlah batasnya. Bagian belakang, bagian bawah, dan bagian dalam lemari merupakan perkiraan yang masuk akal, bukan bukti. Kekurangan hasil perkiraan paling cepat terlihat pada bagian tipis seperti gagang, kabel, dan kaki meja. Jika satu kaki tertutup dudukan dalam foto, model bisa membuat kaki yang lebih pendek atau menyatukannya dengan rangka.

Pendekatan ini cocok untuk kartu katalog, tautan lewat aplikasi percakapan, halaman yang dibuka melalui kode QR di pameran, dan materi untuk pembeli yang ingin tahu, “Kalau dilihat dari sudut lain, bentuknya seperti apa?” Pendekatan ini tidak cocok untuk menjawab pertanyaan ukuran, dan modelnya tidak boleh diberi label dimensi. Angka pada model hasil generasi tidak pernah berasal dari pengukuran.

Pendekatan B: dua puluh foto atau lebih yang saling tumpang tindih, dengan fotogrametri

Fotogrametri merekonstruksi bentuk objek dari banyak foto yang saling tumpang tindih. Perangkat lunak mencari titik yang sama pada foto demi foto, menghitung posisi kamera, lalu membangun jaring poligon atau mesh dari titik-titik yang cocok. Foto-fotonya menjadi data; modelnya merupakan visualisasi data tersebut.

Untuk pendekatan ini, persyaratan foto untuk tampilan 3D produk cukup ketat. Persoalannya bukan sekadar jumlah:

  • Foto yang berurutan harus memiliki area tumpang tindih minimal 60%. Jika kurang, perangkat lunak tidak bisa menyelaraskan kumpulan foto, sehingga model gagal terbentuk atau memiliki lubang.
  • Pemotretan harus dilakukan dalam lebih dari satu putaran. Pola yang bisa digunakan adalah satu putaran pada ketinggian mendekati mata, satu putaran dengan sudut sekitar 45 derajat, dan satu putaran dari sudut lebih tinggi, yaitu 60 hingga 70 derajat. Tiga putaran membantu perangkat lunak melihat permukaan yang tersembunyi jika hanya dipotret dalam satu putaran.
  • Untuk objek di atas meja putar berukuran 12 inci, 20 foto memberikan area tumpang tindih yang biasanya cukup agar model berhasil terbentuk. Ini patokan awal untuk benda kecil, bukan angka yang berlaku bagi semua produk; bentuk yang lebih besar dan rumit membutuhkan lebih banyak foto.
  • Gunakan cahaya yang menyebar lembut dan posisinya tetap. Bayangan tegas yang berpindah antarjepretan bisa ikut terekam sebagai bercak gelap pada model atau mengacaukan penyelarasan foto.
  • Jangan mengubah zoom lensa antarjepretan. Fotogrametri mengasumsikan skala yang konsisten di seluruh kumpulan foto, dan perubahan panjang fokus akan merusak asumsi tersebut.

Ada produk yang tetap sulit diproses dengan cara ini, berapa pun jumlah fotonya. Logam yang dipoles, kaca, dan lapisan sangat mengilap memantulkan ruangan di sekitarnya, bukan menampilkan detail permukaan. Karena itu, laboratorium pemindaian menangani benda mengilap sebagai persoalan tersendiri dengan teknik khusus. Jika produk Anda berupa keran dengan permukaan seperti cermin atau vas kaca, siapkan anggaran untuk retus atau pilih pendekatan lain.

Pendekatan C: tanpa 3D, gunakan diagram ukuran hasil pengukuran

Diagram ukuran produk adalah foto produk yang diberi garis dimensi mengikuti bentuk aslinya, dengan angka hasil pengukuran pemasok. Dari ketiga pendekatan ini, hanya pendekatan tersebut yang bisa menjadi dasar pernyataan ukuran, karena angkanya berasal dari meteran atau jangka sorong, bukan dari mesh.

Saat pembeli bertanya “Bisa masuk lewat pintu?”, “Lacinya bisa dibuka tanpa membentur lis bawah dinding?”, atau “Berapa tinggi dudukannya?”, tampilan bentuk saja tidak menjawab pertanyaan mereka. Model yang bisa diputar membuat pembeli harus menebak skalanya. Foto dengan ukuran menghilangkan tebakan itu dalam sekali lihat. Perbedaannya terlihat pada contoh diagram ukuran berdasarkan pengukuran: produknya sama, tetapi angka pada gambarlah yang membantu pembeli mengambil keputusan.

Tabel pilihan: pendekatan mana yang cocok untuk produk Anda

Pendekatan Informasi yang bisa dipastikan Kebutuhan foto minimum Paling cocok untuk Tidak memadai jika
A — model hasil generasi Gambaran bentuk dari depan 1 foto yang jelas, seluruh tepi terlihat Kartu katalog, tautan percakapan, halaman QR, menyiapkan banyak SKU dengan cepat Pembeli perlu melihat bagian belakang, bawah, atau ukuran pasti
B — fotogrametri Geometri permukaan hasil rekonstruksi 20+ foto yang saling tumpang tindih, 3 putaran Produk bernilai tinggi dengan permukaan dof dan bentuk sebagai daya tarik utama Produk mengilap, transparan, atau memiliki bagian tipis yang bergerak
C — diagram ukuran hasil pengukuran Dimensi nyata pada produk asli 1 foto tajam dan meteran Pertanyaan kecocokan ukuran, ruang bebas pemasangan, penyusunan penawaran Pembeli ingin memeriksa permukaan dari sudut lain

Gunakan pertanyaan pembeli sebagai dasar membaca tabel ini, bukan kategori produknya. Sofa bisa membutuhkan pendekatan C untuk memastikan muat melalui pintu dan pendekatan A untuk melihat kain dari dekat. Braket yang dikerjakan dengan mesin bisa membutuhkan pendekatan B untuk memperlihatkan bentuk hasil pengecoran dan pendekatan C untuk lubang pemasangan. Satu SKU boleh menggunakan lebih dari satu pendekatan, selama setiap materi hanya menyampaikan hal yang memang bisa dibuktikannya.

Daftar foto untuk tampilan 3D produk menurut pendekatan

Tabel berikut bisa langsung diberikan kepada orang yang memegang kamera. Kebutuhan pendekatan A dan B dipisahkan agar tidak ada yang memotret satu putaran penuh untuk pekerjaan yang hanya membutuhkan satu foto.

Pengambilan gambar Pendekatan A Pendekatan B Mengapa diperlukan Masalah yang dicegah
Tampak depan lurus, produk memenuhi sebagian besar bingkai foto Wajib Wajib Menjadi tampilan acuan pembeli untuk membandingkan Model terlihat lebih kecil atau lebih lebar daripada produk asli
Tampak tiga perempat dengan sudut sekitar 45 derajat Opsional Wajib Memperlihatkan kedalaman dan radius sudut Model terlihat datar tanpa bidang samping
Tampak samping Opsional Wajib Memastikan perbandingan tinggi dan kedalaman Proporsi tampak memanjang
Tampak dari atas Tidak Wajib Merekam bentuk produk jika dilihat dari atas Bidang atas hanya diperkirakan atau hilang
Bagian belakang atau bawah Tidak Wajib jika terlihat saat digunakan Melengkapi seluruh permukaan Struktur rekaan yang baru diketahui pembeli belakangan
Detail komponen, jahitan, atau tekstur Opsional Wajib Memberi titik acuan untuk membentuk mesh Gagang tampak meleleh dan logo kabur
Putaran dari sudut tinggi, 60 hingga 70 derajat Tidak Wajib Merekam permukaan yang terlewat dalam putaran biasa Lubang pada tepi atas
Acuan skala di samping produk Tidak Berguna, tetapi tidak menggantikan pengukuran Memberikan acuan ukuran dalam kumpulan foto Orang mencantumkan ukuran berdasarkan model

Cara memotret sama pentingnya dengan daftar foto:

  • Permukaan dof lebih mudah daripada yang mengilap. Jika produk mengilap, gunakan cahaya yang menyebar lembut dan terima kemungkinan hasil pindainya perlu diretus. Jangan menjanjikan hasil pindai yang bersih untuk permukaan seperti cermin.
  • Kunci zoom. Atur lensa pada satu panjang fokus dan jangan diubah. Mendekat boleh; mengubah zoom jangan.
  • Matikan lampu kilat bawaan. Lampu kilat yang menyala dari posisi berbeda pada setiap foto menghasilkan pantulan terang yang berpindah-pindah. Pantulan itu mengganggu penyelarasan foto.
  • Gunakan latar polos untuk pendekatan A. Latar yang ramai meningkatkan kemungkinan proses pemisahan objek ikut mengambil kaki kursi yang sebenarnya bukan bagian dari produk.
  • Potret produknya, bukan katalognya. Foto yang sudah diretus untuk brosur telah kehilangan detail permukaan yang dibutuhkan untuk pemindaian.

Jika Anda memotret seluruh katalog, bukan hanya satu SKU, panduan gaya fotografi produk membahas hal-hal yang perlu ditetapkan agar komposisi, tinggi kamera, dan pencahayaan konsisten di seluruh rangkaian produk. Konsistensi itulah yang membuat kumpulan tampilan 3D terlihat berasal dari satu pemasok, bukan sepuluh pemasok berbeda.

Apa yang diperiksa marketplace, dan apa yang tidak

Marketplace yang kebijakannya dirujuk di bagian sumber menghapus fitur gambar 360 derajat dari halaman detail produk pada 20 Januari 2025. Sebagai penggantinya, platform tersebut mendorong penggunaan model 3D yang dapat ditambahkan tanpa biaya. Format yang diterima adalah GLB atau GLTF, dengan batas 200.000 segitiga per model dan tekstur PNG atau JPG. Penjual bisa mengunggah model yang sudah ada lewat pengelola gambar, atau memindai produk dengan fitur pembuatan model 3D di aplikasi penjual platform tersebut.

Pemeriksaan ini menentukan apakah berkas memenuhi syarat, bukan apakah hasilnya berkualitas. Platform bisa memeriksa jumlah segitiga, keutuhan berkas, dan format tekstur. Namun, platform tidak bisa memastikan apakah model masih menyerupai produk yang Anda kirim. Model bisa lolos semua persyaratan teknis model 3D, tetapi tetap menampilkan lemari dengan satu pintu, kursi berkaki tiga, atau gagang yang menyatu dengan rangka.

Fitur gambar 360 derajat sudah dihapus, tetapi kebiasaan lama masih bertahan. Pemasok masih meminta “gambar yang bisa diputar” dan berharap materi itu bisa digunakan di halaman detail marketplace. Di situs Anda sendiri, rangkaian foto 360 derajat tetap bisa digunakan. Rangkaian itu bukan model 3D dan tidak menjawab kebutuhan yang sama. Jika sedang memilih di antara keduanya, pertimbangan masing-masing dijelaskan dalam perbandingan penampil produk 3D dan foto 360 derajat.

Ada satu batasan lagi yang perlu dicantumkan dalam arahan kerja: tampilan 3D hasil generasi bukan geometri untuk keperluan rekayasa. Model ini tidak membuktikan ketebalan dinding, jarak antarulir, kapasitas beban, atau struktur tersembunyi. Jika pembeli membutuhkan informasi tersebut, cantumkan di tabel spesifikasi dan gambar teknik, bukan pada model.

Enam pemeriksaan sebelum membuat atau mengirim model

Lakukan pemeriksaan ini pada model, bukan pada foto sumber. Foto bisa saja sempurna, sementara hasil modelnya tetap salah.

  • Periksa siluet. Bandingkan garis luar model dengan foto depan, samping, dan atas pada sudut pandang yang sama. Jika bentuknya menyimpang, hentikan proses.
  • Periksa bagian tipis. Amati gagang, kaki, kabel, dan lis. Apakah semuanya utuh atau malah menyatu dengan badan produk?
  • Periksa jumlah bidang. Bandingkan jumlah bidang yang terlihat dengan produk asli. Panel belakang yang hilang mudah luput di layar, tetapi akan jelas terlihat oleh pembeli.
  • Periksa penempatan tekstur. Pastikan serat, logo, atau warna berada pada permukaan yang tepat, bukan membentang melewati sambungan.
  • Periksa berkas. Pastikan formatnya GLB atau GLTF, jumlah segitiga di bawah batas platform, tekstur menggunakan format yang diterima, dan ukuran berkas bisa dimuat di ponsel kelas menengah.
  • Periksa klaim. Pastikan tidak ada angka ukuran pada atau di samping tampilan 3D, kecuali angka itu berasal dari gambar hasil pengukuran. Tempatkan dimensi pada diagram ukuran.

Pemeriksaan terakhir membantu menjaga agar pesanan tidak bermasalah. Tampilan 3D menjelaskan bentuk; diagram spesifikasi menjelaskan ukuran. Mencampuradukkan keduanya bisa membuat pemasok mendapat klik, tetapi kehilangan pesanan.

Posisi tampilan 3D dalam materi yang dikirim ke pembeli

Model yang bisa diputar paling berguna jika disertakan dalam informasi produk yang sama dengan spesifikasinya, bukan dikirim sebagai berkas terpisah. Pembeli yang membuka satu tautan, memutar produk, dan membaca dimensinya dalam tampilan yang sama tidak perlu bertanya versi mana yang terbaru. Tempatkan model 3D produk yang bisa diputar sebagai tampilan utama di halaman tersebut, dengan angka hasil pengukuran pada tabel di sebelahnya.

Di situlah batas kegunaan materi ini. Tampilan 3D membantu pembeli memahami bentuk, bukan mengesahkan spesifikasi. Pemasok tetap harus menyediakan angkanya, dan angka tersebut tetap harus berasal dari pengukuran nyata dengan meteran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak foto yang dibutuhkan untuk tampilan 3D produk?

Tidak ada satu jumlah yang berlaku untuk semua produk. Tampilan hasil generasi dari satu foto membutuhkan satu foto yang jelas dan tajam, dengan seluruh tepi produk terlihat. Pemindaian fotogrametri membutuhkan satu putaran penuh dengan foto yang saling tumpang tindih. Untuk benda kecil, 20 foto mengelilingi meja putar berukuran 12 inci bisa menjadi patokan awal. Produk yang lebih besar atau lebih rumit membutuhkan lebih banyak foto dan putaran.

Bisakah model 3D produk dibuat dari satu foto?

Bisa, untuk presentasi. Satu foto dapat menghasilkan model yang bisa diputar di peramban untuk memperlihatkan bentuk depan dan proporsi produk. Bagian yang tidak terlihat dalam foto dibuat berdasarkan perkiraan, sehingga bagian belakang, bawah, dan dalam tidak boleh dianggap sebagai bukti. Model dari satu foto cocok untuk kartu katalog dan materi yang dikirim ke pembeli, bukan untuk memverifikasi struktur.

Apakah tampilan 3D produk cukup akurat untuk dijadikan acuan ukuran dalam penawaran?

Tidak. Tampilan 3D yang dibuat dari foto atau diperkirakan dari satu gambar tidak bisa menjadi dasar pengukuran, meskipun proporsinya terlihat benar. Gunakan gambar hasil pengukuran atau foto berlabel dimensi untuk menyusun penawaran, dan gunakan tampilan 3D untuk menjelaskan bentuk. Jika pembeli ingin memastikan produk muat, kirimkan materi yang memuat ukuran nyata.

Format berkas apa yang diterima marketplace untuk tampilan 3D produk?

Marketplace yang dirujuk dalam artikel ini menerima GLB atau GLTF, membatasi model hingga 200.000 segitiga, dan menerima tekstur PNG atau JPG. Marketplace lain menerbitkan persyaratannya sendiri, jadi periksa halaman bantuan terbaru sebelum mengekspor berkas. Berkas yang lolos pemeriksaan format di satu platform belum tentu memenuhi aturan ukuran berkas atau tekstur di platform lain.

Mengapa produk mengilap atau berbahan kaca sering gagal dipindai menjadi 3D?

Fotogrametri membutuhkan detail permukaan yang stabil untuk mencocokkan titik antarjepretan. Logam yang dipoles dan kaca memantulkan ruangan di sekitarnya. Akibatnya, titik yang sama terlihat berbeda pada setiap foto dan perangkat lunak tidak bisa menemukan acuan yang tetap. Cara yang biasa digunakan untuk mengatasinya adalah pencahayaan yang menyebar lembut, perlakuan antirefleksi pada permukaan, atau metode pengambilan gambar yang sama sekali berbeda.

Sumber dan referensi